KUNJUNGILAH !!!!

TERIMA KASIH Telah Mengunjungi Blog Ini


Minggu, 15 Januari 2012

Adab Berpakaian dan yg di anjurkan.

- Mendahulukan Yang Kanan
         Di antara sunnah Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, ''Bahwasanya Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam HR. Muslimbeliau menuliskan (mengatakan) yaitu, "Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci."

       Jadi bertolak kita dari hadist Rosullullah SAW diatas maka dapatlah kita sebutkan bahwasanya yang kanan itu adalah yang lebih utama dan hal yang paling baik untuk didahului, baik itu ketika mau memakai sandal (Sulop), Baju, Sarung, Jam tangan, Celana dan lain sebagainya maka  dianjurkan oleh Rosul untuk mendahului yang sebelah kanan atau dari kanan yg di utamakan.

        Kita sebagai ummat muslim harus selalu mengutamakan Anjuran atau Sunnah Rosullullah agar kita mendapatkan syafa'atnya kelak. dan ingat bahwasanya beliau adalah tauladan yang harus kita contoh dalam kehidupan keseharian. 

     Dan penting sekali untuk kita ketahui bahwa dua hal di atas hukumnya adalah dianjurkan dan tidak wajib. Oleh karena itu, orang yang mendapatkan masalah dengan alas kakinya karena tali sandal copot maka hendaknya berhenti sejenak untuk memperbaiki sandal tersebut untuk melepas semua sandal lalu melanjutkan perjalanan. Tidak sepantasnya bagi seorang mukmin menyelisihi larangan Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meskipun hukumnya makruh dan tidak sampai derajat haram.
       Hendaknya kita berlatih dan membiasakan diri untuk mengikuti petunjuk
Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lahir dan bathin sehingga mendapatkan kemuliaan karena ittiba’ dengan sunnah Rosulullah secara hakiki.

-Jangan Memakai Sandal (sulop) satu kaki aja (sebelah).

      Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika tali sandal kalian copot maka janganlah berjalan dengan satu sandal sehingga memperbaiki sandal yang rusak." (HR. Muslim). 

       Berdasarkan pada hadist Rosulullah SAW. tersebut maka dapatlah kita tanggapi atau tafsirkan bahwa setiap kita ummat muslim ini tidak dianjurkan atau di bolehkan oleh Rosulullah SAW. untuk menggunakan sandal (alas kaki) dengan sebelah saja. karena itu adalah termasuk kejanggalan atau kepincangan jadi kita harus menggunakannya secara sama dan kedua belahnya atau sepasang. 
        
     jikalah sandal kita tersebut putus atau rusak maka lepaskanlah dan berjalanlah dengan kaki telanjang karena itu lebih bagus untuk dipandang dari pada hanya memakai sandal yang sebelah tu saja. karena makruh hukumnya seseorang yang memakai sandal sebelah saja. Demikian pula dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "janganlah kalian berjalan menggunakan satu sandal. Hendaknya kedua sandal tersebut dilepas ataukah dipakai keduanya ." (HR. Bukhari dan Muslim).
               
     Sebenarnya, makna yang tersirat atau lebih dalamnya dari larangan memakai satu sandal adalah menunjukkan hukum haram andai tidak terdapat pernyataan Imam Nawawi yang mengklaim bahwa memakai dua sandal sekaligus itu disepakati sebagai perkara yang dianjurkan dan tidak wajib.

    Fudhalah mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk kadang-kadang berjalan tanpa alas kaki." (HR Ahmad dan Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al-Albani).

- Memakai pakaian Putih.
   
     Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian." (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih).

     Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kenakanlah pakaian berwarna putih karena itu lebih bersih dan lebih baik dan gunakanlah sebagai kain kafan kalian." (HR .Ahmad, Nasa'i dan Ibnu Majah, shahih).

    Tentang hadits di atas Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkomentar, "Benarlah apa yang Nabi katakan karena pakaian yang berwarna putih lebih baik dari warna selainnya dari dua aspek. Yang pertama warna putih lebih terang dan nampak bercahaya. Sedangkan aspek yang kedua jika kain tersebut terkena sedikit kotoran saja maka orang yang mengenakannya akan segera mencucinya. Sedangkan pakaian yang berwarna selain putih maka boleh jadi menjadi sarang berbagai kotoran dan orang yang memakainya tidak menyadarinya sehingga tidak segera mencucinya. 

   Andai jika sudah dicuci orang tersebut belum tahu secara pasti apakah kain tersebut telah benar-benar bersih ataukah tidak.  Dengan pertimbangan ini Nabi memerintahkan kita, kaum lakilaki untuk memakai kain berwarna putih. kain putih yang di maksudka oleh Rosulullah SAW, disini mencakup kemeja, sarung ataupun celana.

   Seluruhnya dianjurkan berwarna putih karena itulah yang lebih utama. Meskipun mengenakan warna yang lainnya juga tidak dilarang. Asalkan warna tersebut bukan warna khas pakaian perempuan. Karena Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan. Demikian pula dengan syarat bukan berwarna merah polos karena nabi melarang warna merah polos sebagai warna pakaian lakilaki. Namun jika warana merah tersebut bercampur warna putih maka tidaklah mengapa." (Syaroh Riyadus Shalihin, 7/287, Darul Wathon).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar